Yuk Simak Berbagai Kandungan Telur Ayam


Telur menjadi bahan pangan wajib yang harus tersedia di rumah. Alasanya karena telur merupakan bahan makanan yang mudah disimpan, awet, rasanya enak, mudah diolah –apalagi saat kepepet– dan bergizi tinggi. Hampir semua orang pernah mengonsumsi telur. Tidak hanya sebagai lauk, telur juga merupakan bahan campuran dalam membuat kue, bakwan dan beberapa makanan jajanan lain. 



Manfaat Telur

Komposisi telur yang terdiri dari putih dan kuningnya, makin membuat telur kaya gizi. Sebagai makanan sumber protein alami, telur menyediakan hampir semua asam amino yang dibutuhkan tubuh. Kualitas protein yang terkandung di dalam telur juga bisa dikatakan berkualitas tinggi. Satu butir telur mengandung 7-8 gram protein. Protein ini sangat dibutuhkan manusia untuk membuat dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Zat gizi lain yang terkandung dalam telur adalah lemak, vitamin dan mineral. Lemak pada kuning telur sangat mudah dicerna bahkan oleh bayi sekalipun.  Kuning telur, misalnya,  bisa segera dikenalkan pada bayi usia 8 bulan.  Ingat ya, Bu, tetap terapkan aturan 4 day waiting rules untuk melihat ada atau tidaknya reaksi alergi telur pada bayi. Berbeda dengan putih telur, bagian ini sebaiknya dikenalkan pada bayi setelah usia 1 tahun. Sebab putih telur merupakan salah satu sumber alergi.




Vitamin dan mineral yang terkandung pada telur antara lain vitamin A, B dan vitamin D. Sedangkan vitamin C pada telur hanya terkandung sedikit sekali,  bahkan terkadang tidak ada. Telur juga mengandung zat besi, asam folat dan fosfor yang penting untuk pertumbuhan anak. Untuk kandungan kalsium dalam telur hanya terdapat pada cangkangnya saja.

Semakin bervariasi telur yang dikonsumsi anak, semakin lengkap kandungan gizi yang akan diterima, sebab beragam jenis telur ini saling melengkapi kandungan gizinya. Meski demikian American Heart Association menganjurkan untuk membatasi asupan telur hanya 4 butir seminggu. Namun jika Anda menderita penyakit tertentu seperti jantung koroner dan tinggi kadar kolesterolnya, maka konsumsi telur perlu dibatasi hingga 1-2 butir/minggu terutama membatasi konsumsi kuning telurnya.

Cara memasak telur, baik setengah matang atau matang tidak banyak memengaruhi nilai gizi yang terkandung di dalamnya. Namun sebaiknya Anda tetap memastikan telur dimasak hingga matang sebelum menghidangkan untuk anak. Sebab telur mentah mengandung bakteri Salmonella yang berbahaya bagi kesehatan anak. Bakteri ini kerap menimbulkan penyakit seperti demam tifoid.

Share this post

Post a comment

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post