Hiiiy.. Hindari 6 Macam Zat Tambahan dalam Makanan Ini!

Suka Resep Ini? Share Yuk!


Tidak semua bahan tambahan makanan aman dimakan. Ada yang boleh kita  konsumsi dengan jumlah yang sangat terbatas sampai tiak boleh termakan sama sekali. Apa saja?





PEMANIS BUATAN (SAKARIN & SIKLAMAT)

Pemanis buatan ada 2 macam yaitu sakarin dan siklamat. 2 zat pemanis buatan ini berbahaya jika dikonsumsi oleh tubuh. Sakirin dan siklamat memiliki perbedaan, berikut ini perbedaan dari 2 zat pemanis buatan tersebut:

Sakarin (Saccharin)


Sakarin memang sudah dikenal sebagai pemanis buatan yang mampu menghasilkan sensasi rasa manis hingga 550 kali dari rasa manis gula biasa. Bentuknya seperti bubuk putih halus tidak berbau. Para pakar epideimolog dan kesehatan tidak merekomendasikan menggunakan sakarin dalam pembuatan makanan dan minuman. Hal yang akan terjadi jika mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung sakarin, zat tersebut akan mengendap pada ginjal dan akan memicu pertumbuhan kanker mukosa kandung kemih.

Siklamat (cyclamate)


Siklamat juga sama seperti sakarin yaitu pemanis buatan. Tetapi siklamat memiliki sensasi rasa yang lebih rendah yaitu ± 30 kali lebih manis dari gula biasa. Siklamat juga biasa digunakan untuk memaniskan makanan dan minuman, tetapi jika menggunakan siklamat dalam jumlah yang berlebihan rasa makanan dan minuman tersebut akan terasa getir. Siklamat yang digunakan secara sembarangan dalam industry makanan-minuman dapat memicu bahaya bagi kesehatan manusia. Siklamat dapat menyebabkan pecahnya sel kromosom dalam medium biakan sel leukosit.

NITRAT (NITROSAMIN)

Nitrat atau nitrosamine merupakan zat makanan yang berbahaya yang bisa digunakan untuk member aroma yang khas pada sosis, keju, ham, hornet, hot dog, dan dendeng olahan. Selain itu nitrat juga biasanya digunakan untuk mempertahankan warna asli daging. Nitrat memiliki bentuk yang sama seperti garam, yaitu berupa kristal dan tidak berbau, warnanya sedikit kekuning-kuningan.
Nitrat atau Nitrosamin terbukti bersifat karsinogen, menyebabkan kanker dengan mengubah DNA tubuh dan mengganggu proses metabolisme. Karsinogenik juga mengendap dalam paru-paru dan memicu timbulnya kanker. Sebuah Penelitian juga menunjukkan bahwa jika mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bahan kimia ini selama kehamilan dapat meningkatkan risiko yang lebih tinggi terhadap tumor otak pada anak, nitrat awalnya digunakan untuk mengawetkan daging dan mencegah botulisme.

MSG (MONOSODIUM GLUTAMAT)

MSG (Monosodium Glutamat) juga salah satu zat makanan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.  MSG lebih dikenal dengan sebutan vetsin atau penyedap rasa. Biasanya MSG dijadikan penyedap rasa pada makanan seperti sup, dan berbagai makanan ringan. Zat aditif ini dikategorikan sebagai eksitoksin, yang menyebabkan sel-sel otak menjadi hiperaktif dalam aktivitasnya untuk berkomunikasi dengan sel-sel lain.
MSG juga telah terbukti dapat meningkatkan risiko terhadap kanker kolon, kanker hati, kanker otak, penyakit jantung, obesitas, merusak jaringan lemak dan gangguan perilaku yang berbahaya jika dikonsumsi oleh orang yang sedang hamil.


FORMALIN

Zat makanan yang berbahaya lainnya yaitu formalin. Formalin merupakan bahan kimia dalam industri kayu lapis dan digunakan sebagai bahan disinfektan pada rumah sakit.  Formalin digunakan secara ilegal sebagai bahan pengawet. Makanan yang biasa diberikan formalin biasanya seperti mie basah, tahu, ikan dan daging. Mie basah yang diberi formalin bisa awet dan bertahan selama berhari-hari tanpa disimpan dalam lemari pendingin. Tahu yang berformalin tidak akan mudah rusak sehingga dapat bertahan selama 4-5 hari. Ikan dan daging yang diberikan formalin tidak akan busuk dalam 3 hari. Zat formalin ini sangat berbahaya jika tertelan dan jika mengkonsumsi makanan yang mengandung zat ini secara terus menerus.

PESTISIDA

Pestisida juga merupakan zat yang berbahaya yang ada pada buah-buahan dan sayuran  yang dijual secara komersial. Umumnya pestisida dan herbisida digunakan oleh para petani untuk merawat buah dan sayuran agar mendapatkan hasil yang banyak dan bagus. Tetapi, bahan kimia ini dapat memiliki efek berbahaya pada janin, terutama selama tahap perkembangan. Cara terbaik untuk menghindari hal ini adalah makan buah-buahan dan sayuran organic

BORAKS

Boraks adalah bahan pengawet kayu dan antiseptik pengontrol kecoa. Memiliki fungsi yang  hampir sama dengan pestisida. Boraks berbentuk kristal putih takberbau dan mudah larut dalam air. Boraks digunakan secara ilegal dalam industri makanan bakso dan kerupuk, karena mampu memberi efek bagus pada tekstur makanan. Bakso yang diolah dengan campuran boraks akan membuat bakso menjadi kenyal, renyah, dan tahan lama. Kerupuk yang dicampur dengan boraks pun akan lebih renyah dan empuk. padahal, boraks adalah bahan pembersih dan pengawet kayu, dengan fungsi antiseptik. Boraks bisa menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal.

Dari berbagai sumber

Suka Resep Ini? Share Yuk!

Share this post

Post a comment

Next Post
Newer Post
Previous Post
Older Post